by

Ketua Umum Ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa ( GPAB ), Elfin’S. BE, Mengatakan : “ Perlunya Tindaklanjut Dari Tudingan Moeldoko, Atas Kecurangan Rumah Sakit Tentang Korban Covid – 19. 

-Nasional-868 views

Bandung, sb.com.

Mengingat akan tudingan Kepala Kantor Staf Kepresidenen Moeldoko, yang meminta pihak rumah sakit bersikap jujur mengenai data kematian pasien saat pandemi Covid-19, karena hal itu penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Adapun pernyataan ini disampaikan Moeldoko dalam diskusinya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam diskusi menekankan, salah satunya adalah tentang definisi ulang kasus kematian selama pandemic, definisi ini harus kita lihat kembali, jangan sampai semua kematian pasien itu selalu dikatakan akibat Covid-19.

Moeldoko mengungkapkan, awalnya ia datang menemui Ganjar Pranowo untuk membahas sejumlah hal terkait penanganan Covid-19. Isu yang berkembang saat ini, rumah sakit rujukan “meng-Covid-kan” semua pasien yang meninggal dunia untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah.
Moeldoko menyebutkan sudah banyak terjadi, orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan, didefinisikan meninggal karena Covid-19 oleh pihak rumah sakit yang menanganinya. Padahal sebenarnya hasil tesnya negatif. “Ini perlu diluruskan agar jangan sampai ini menguntungkan pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari definisi itu,” ujarnya.
Ganjar membenarkan adanya isu tersebut dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat sudah pernah terjadi di Jawa Tengah, dan untuk mengantisipasi hal itu, Ganjar menegaskan sudah menggelar rapat dengan jajaran rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah. Hasilnya diputuskan, untuk menentukan atau mengekspos data kematian pasien Covid-19 harus terverifikasi terlebih dulu.
“Seluruh rumah sakit di mana ada pasien meninggal, maka otoritas dokter harus memberikan catatan meninggal karena apa. Catatan itu harus diberikan kepada kami, untuk kami verifikasi dan memberikan ‘statement’ keluar,” ujarnya.
Menindaklanjuti pernyataan Moeldoko tersebut, Ketua Umum Ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa  ( DPP GPAB ), Elfin’S. BE, mengatakan “Secara pribadi maupun secara organisasi, saya sangat bangga dan menghargai ucapan Moeldoko tersebut, karena memang masyarakat menjadi takut, jika sakit, dibawa ke Rumah Sakit, dengan alasan, takut diklaim Covid – 19, padahal belum tentu positif”.
Elfin juga menambahkan, hal yang dinyatakan Kepala Kantor Kepresidenan , seharusnya ditindaklanjuti, karena dengan keluarnya statement tersebut, kemungkinan sudah ada data yang diterima oleh Moeldoko maupun Ganjar, dan agar pernyataan ini menggaung, masyarakat juga antusias ingin mendengar, sudah adakah Rumah Sakit yang dinyatakan melakukan hal tersebut, atau dugaan kuat, melakukannya, perlu tindaklanjut dan langkah konkrit dalam menyikapinya, jadi jangan hanya bergaung, setelahnya sirna ditelan angin mamiri.

Tetapi jika memang pernyataan Moeldoko tidak bisa dibuktikan, wajar saja Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Faqih mengatakan rumah sakit sedang mengalami masa sulit bertarung dengan pandemi virus corona Covid-19, sehingga jangan dituduh bahwa RS memperkaya diri dari pasien Covid-19.

Menurut Daeng, rumah sakit saat ini justru kesulitan beroperasional karena banyak klaim pembayaran pasien Covid-19 yang belum dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan. Padahal, pasien non Covid-19 juga menurun, sehingga biaya operasional juga ikut berkurang, jangan menuduh RS memperkaya diri, sekarang ambruk semua itu rumah sakit, karena kita fokus membantu saudara kita yang kena Covid, kedua pasien lain enggak berani ke RS. Ini harus klier masalahnya, kasihan RS, klaim masih belum dibayar, pasien yang lain turun, beban pelayanan untuk Covid luar biasa. Jadi kelimpungan RS ini,” kata Daeng. ( red ).

Daeng justru mempertanyakan bagaimana mekanisme pemalsuan data pasien Covid-19 yang dimaksud Moeldoko. Sebab sangat sulit untuk memalsukan data pasien Covid-19 karena harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium.

Ditambah lagi, rumah sakit mengikuti petunjuk teknis (juknis) pembayaran klaim pasien.

Terkait pernyataan Moeldoko tersebut, Elfin menghimbau, agar Moeldoko membuat suatu ruang publik, untuk menerima laporan – laporan masyarakat atas dugaan dan temuan jika ada pihak Rumah Sakit yang menyalahi aturan, bila perlu Ruang Publik tersebut mempunyai perwakilan di daerah, dan setiap saat informasi disampaikan ke Ruang Publik Pusat, untuk dananya, Elfin menghimbau, agar dana yang diperuntukkan ke Covid – 19, digeser sedikit dengan kata lain dianggarkan ke Ruang Publik ini. Elfin juga menambahkan, jika pernyataan – pernyataan yang diutarakan tanpa tindak lanjut dan penelusuran yang serius mengenai pengumpulan data, percuma dilontarkan, karena Elfin juga mendengar langsung, bagaimana masyarakat ketakutan dibawa ke Rumah sakit, karena takut di klaim Covid – 19.

Saya berharap, jika masyarakat menemukan dugaan kejanggalan yang dilakukan oknum Rumah Sakit, segera menginformasikan ke telepon Redaksi suarabangsaku.com ( Hp. 0813 2428 4302 ), karena menurutnya, kejadian seperti ini, tidak bisa dianggap enteng, karena berhubungan dengan Ahklak, Mental dan Moral Bangsa. ( Red ).

 

 

 

News Feed