by

ANJLOKNYA Moral Pertanda Kehancuran Bangsa. Oleh Ketua Umum Ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa, Elfin S. BE.

-Sosial-106 views

Sb.com.

Dengan bertambahnya jumlah pejabat dan penyelenggara negara terlibat tindak pidana korupsi, adalah menggambarkan Bangsa Indonesia akan hancur, dan perbuatan kotor ini   sangatlah menyakiti hati rakyat,  Pernyataan ini disampaikan oleh ketua umum ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa, Elfin S. BE. Sangat ironis, dimana para penguasa yang telah mendapat mandat dan legitimasi rakyat, justru berpikir memperkaya diri sendiri dan keluarga melalui jalan korupsi, jumlah pejabat dan penyelenggara negara yang terlibat tindak pidana korupsi saat ini terus bertambah,  perilaku buruk para koruptor ini tentu membuat dinamika politik di Indonesia mengalami kondisi ketidakstabilan, dan masyarakat juga sudah merasa muak dengan suatu kondisi yang terus menyakiti hati rakyat. Lebih lanjut, Elfin mengatakan, korupsi di Indonesia telah membuat rakyat semakin miskin, aktor-aktor politik yang telah berkuasa, tiada henti memangsa rakyat, menjarah uang rakyat melalui beragam cara, dan bila kondisi itu terus terjadi, tidak menutup kemungkinan rakyat akan melakukan perlawanan, akibat para pejabat yang mewakili negara sudah tidak memiliki rasa malu merampok uang rakyat. “Coba kita saksikan secara saksama betapa aktor-aktor politik yang telah berkuasa ini tiada hentinya memangsa rakyat, menjarah uang rakyat, melalui beragam cara.

Sebuah negara akan hancur karena korupsi, teori ini sudah banyak dibuktikan di beberapa. Jika bangsa Indonesia ingin maju dan tak menjadi negara gagal, harus bisa memberantas para pelaku korupsi, dengan memberikan sanksi yang berat, misal, mengambil semua harta jarahannya, menjatuhkan hukuman minimal, jangan maksimal ( kalau hukuman maksimal bisa saja 25 tahun,  tetapi saat divonis menjadi kecil, seharusnya menjatuhkan hukuman minimal, misal hukuman minimal 15 tahun, dan saat divonis, pelaku koruptor akan menjalani hukuman 15 tahun, kendati pelaku koruptor bermain mata dengan algojo di pengadilan ). berarti hukuman tersebut tidak bisa dikurangi ).

Hukuman yang ringan akan membuat pelaku korupsi tidak takut, bahkan semakin berani, pemerintah harus serius dalam mengatasi kasus-kasus korupsi di Indonesia, jika tidak maka tidak menutup kemungkinan, negeri ini akan hancur, dan sangat menyengsarakan rakyat, negeri ini masih banyak rakyat yang miskin, jangan biarkan rakyat sengsara oleh karena para pelaku korupsi terus menjarah uang rakyat, ini tantangan serius bangsa, dan jangan berharap demokrasi bisa berjalan benar, jika korupsi merajalela.

Secara umum, korupsi mengikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikkan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor swasta, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Korupsi politis ada di banyak negara, dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok, satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar, namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil. Politikus-politikus pro-bisnis ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye Pemilu mereka.

Berbagai upaya telah dijalankan dalam pemberantasan korupsi ini, ada KPK, TIPIKOR, Kejaksaan Agung dan lain sebagainya, tetap saja tidak membuat ciut para pemangsa uang rakyat, korupsi tetap beraksi, baik itu di eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif. Semua lembaga bahkan terkena penyakit tersebut.

Elfin berharap agar masyarakat juga ikut dan pro aktif dalam mengawasi semua aparat negara, jangan pernah merasa lelah, untuk terus berbuat untuk kebaikan negeri ini. ( Red ).

News Feed