by

USUT TUNTAS DUGAAN PENYEROBOTAN TANAH MILIK H. SASTRO

Sampang, Madura. www.suarabangsaku.com

Kronologis, dugaan Penyerobotan tanah milik H.Sastro.
Sekitar tahun 2000, H. Sastro meminjam uang kepada H. Sudiyono Sukardi sebesar Rp 100.000.000,00,-  dengan bunga 3%,  tanpa ada jaminan,  dan , H. Sastro membayar setiap bulannya, sebesar Rp 3.000.000,00, setelah satu tahun, berhubung usaha H. Sastro berjalan dengan baik ( usaha Material ), H. Sastro mengajukan penambahan pinjamannya ke H. Sudiyono Sukardi, sebesar Rp 200.000.000,00,- dan H. Sudiyono Sukardi menyetujuinya.

Namun H. Sudiyono tidak memberikan uang tersebut sebesar yang diajukan oleh H. Sastro, melainkan bertahap, pertama Rp 100.000.000,00,- , kedua Rp 50.000.000,00,-, ketiga Rp 25.000.000,00,- dan kemudian Rp 25.000.000,00, setelah penambahan pinjaman tersebut, H. Sastro membayar cicilannya menjadi Rp 4.300.000,00,- setiap bulannya.

Sekitar tahun 2004, usaha H. Sastro bangkrut, karena tidak bisa membayar cicilannya lagi, H. Sastro memberikan sertifikat tanahnya yang terletak di Kp. Dung Gadung, Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyu Ates, Sampang, seluas 5350 M2, dengan Nomor sertifikat 294 sebagai jaminan kepada H. Sudiono Sukardi, dan dibuatlah surat perjanjian, yang isinya hanya berupa jaminan saja atas hutang H. sastro.

Pada tahun 2009, H. Sastro pergi ke Arab Saudi, dan kembali ke Indonesia tahun 2014. Dan sekitar bulan Agustus 2014, H. Sastro mendengar dari temannya, bahwa surat2 tanahnya sudah berubah atas nama H. Sudiono, dengan informasi tersebut, H. Sastro menemui H. Sudiono Sukardi dan menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada H. Sudiono Sukardi, ternyata informasi tersebut, benar,  dan H. Sudiono mengatakan, bahwa sertifikat tanahnya sudah berubah menjadi nama H. Sudiono, sambil memperlihatkan / memberikan photo copy sertifikat tanah yang baru, ……..Bersambung,.

SB.

News Feed