by

Tunjangan Guru Honorer Cair, Disdik Jabar Upayakan Kesejahteraan Guru

-Nasional-255 views

Bandung, sb.com.

Setelah Tunjangan Profesi Guru (TPG) Honorer se-Jawa Barat (Jabar) cair pada Jumat (11/9/2020), Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) juga akan mengupayakan pemberian rumah bersubsidi bagi guru. Merangkum laman Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar), TPG yang diterima per triwulan sebesar Rp 4.230.000 dan dibayarkan untuk dua triwulan. Sehingga, para guru honorer yang terseleksi menerima Rp8.460.000. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Dedi Supandi mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru di Jawa Barat. Baca juga: Orangtua Bunuh Anak saat Sulit Belajar Online, KPAI: Kekerasan Picu Masalah “Tunjangan profesi guru yang diterima adalah per triwulan dan dibayarkan untuk dua triwulan,” ujar Dedi, Selasa (15/9/2020), seperti dilansir dari laman Disdik Jabar. Sekjen Forum Guru Honorer Bersertifikat Sekolah Negeri (FGHBSN) Jabar Rizki Safari Rakhmat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi atas perjuangan dan perhatiannya untuk kesejahteraan guru SMA/SMK/SLB di Jabar. Kenaikan tunjangan hingga rumah bersubsidi Dedi mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru di Jawa Barat. Selain TPG Honorer se-Jabar yang telah cair, lanjut dia, juga diupayakan kenaikan tunjangan pengawas dan kepala sekolah. Baca juga: Seperti Ini Cara dan Syarat Dapatkan Kartu Indonesia Pintar Termasuk program peningkatan kesejahteraan guru pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS berupa rumah bersubsidi. “Saya sangat mendukung dan setuju dengan kenaikan tunjangan ini. Apalagi untuk rumah bersubsidi. Saya sudah mencoba menghubungi BTN dan saya berencana menamainya dengan program ‘Bakti pada Guru’. Mudah-mudahan program ini bisa segera terealisasi,” papar Kadisdik dalam acara “Pembinaan kepada Pengawas dan Kepala SMA/SMK/SLB pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII”, Selasa (15/9/2020). Namun, Dedi menekankan hal ini tentu harus disesuaikan dengan anggaran. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Guru Tenaga dan Kependidikan (GTK) Disdik Jabar Asep Suhanggan mengatakan bahwa kepala sekolah harus memiliki beberapa kompetensi, di antaranya kompetensi manajerial dan kewirausahaan.

“Kepala sekolah merupakan pelopor atau pemegang kunci mutu sekolah. Untuk itu, kepala sekolah sebagai manajerial tentu harus memiliki visi dan misi,” tuturnya. Selanjutnya terkait perencanaan, lanjut Asep, kepala sekolah harus pintar memilih dan memilah kaitannya dengan kurikulum yang lebih esensial. “Pertama, berkaitan dengan pembentukan siswa yang berkarakter, berliterasi, dan berkompetensi,” tuturnya. Asep menambahkan, pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini ternyata menimbulkan kesenjangan yang siginifikan dari segi kemampuan orang tua siswa dalam memfasilitasi pembelajaran daring bagi putra/putrinya. “Namun, Alhamdulillah pemerintah telah memberikan bantuan kuota bagi seluruh siswa dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini sehingga orang tua siswa ikut terbantu,” ungkapnya.
( red ).

News Feed