by

ORMAS GPAB Kab lahat dan Muara Enim Apresiasi Aksi unjuk Rasa Emak2 Stop Angkutan Batubara yang Melintas Jalan Raya Lahat-Muara Enim

www.suarabangsaku.com

Ratusan emak emak menguasasi jalan Lintas Lahat Muara Enim, emak emak ini menghadang jalan dengan duduk ditengah jalan raya, mereka sudah kesal dan bosan, makan debu dan janji janji saja, mereka tidak ingin ada truck pengangkut batu bara yang melintas hanya menebar debu Di sepanjang jalan pemukiman warga, (29/9).

Emak emak ini adalah perjuangan yang berasal dari desa Gunung Kembang, Desa Banjarsari Desa Prabu Menang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Macet puluhan kilo tak terhindarkan sampai Dengan pagi hari, Emak Emak tetap bertahan dengan berbaris ditengah jalan untuk menyampaikan aspirasi nya kepada pemerintah Dan perusahaan angkutan batubara dan galian c.

Perjuangan Emak emak ini mendapatkan apresiasi Dan Dukungan dari berbagai kalangan, termasuk Salah Satu Ormas Generasi penggerak anak bangsa GPAB kabupaten LAHAT Dan Muara Enim, UJANG TONI salah satu ketua Generasi Penggerak Anak Bangsa , mengatakan masalah di Merapi area bukan hanya sebatas persoalan debu. Tapi lebih dari itu. Ini adalah soal ketimpangan yg dirasakan oleh masyarakat.

Di tambah kan Ujang Toni sesuai Dengan peraturan gubernur Sumatra Selatan no 74 tahun 2018 bahwa angkutan batubara tidak perbolehkan melintas di jalan Raya harus membuat jalan khusus

Mengacu pada ijin dispensasi yang di berikan oleh dishub provinsi Sumatra Selatan kepada transportir bahwa bahwa pengangkutan batu harus harus sesuai Dengan standar layak jalan dan tidak boleh melebihi tonase di atas 8 ton

Dan ijin toleransi angkutan batu yang keluar kan oleh dinas perhubungan provinsi Sumatra Selatan bahwa angkutan batubara boleh melintas pada jam 18.00 wib Dan 05.wib pada malam itu sebatas toleransi tandasnya..

“Opini yang berkembang di masyarakat saat ini; “perusahaan dapat lemaknye, masyarakat dapat debunye, itu Artinya yg diharapkan oleh masyarakat bukan hanya komitmen perusahaan dan pemerintah kabupaten Dan provinsi,untuk mengurangi semua jenis polusi dan lainya (termasuk debu). Akan Tetapi masyarakat juga ingin mendapatkan manfaat dari aktifitas pertambangan yang ada di wilayahnya. Kalau ini belum terjawab, maka seterusnya akan ada aksi lagi Dan timbul gejolak sosial serupa Di masyarakat. Bahkan mungkin akan lebih besar lagi..katanya

Terpisah bupati lahat menyampaikan di balai Desa gunung kembang kepada masyarakat,di harapkan bupati lahat masyarakat untuk bersabar karna penyampaian aspirasi sedang Dalam proses penyelesaian, Dan meminta pada masyarakat tidak ada aksi turun ke jalan lagi katanya…

(SB.)

News Feed