by

Mengaku Ahli Waris, Lokasi SDN Laok Jang Jang Disegel Ainurl Rashid

Suarabangsaku.com

SDN Laok jang-jang di segel sudah beberapa kali sehingga pembelajaran kepada murid sangat terganggu, kejadian segel menyegel ini sudah di lakukan sampai beberapa kali yang di lakukan oleh Ainul Rasid.

Menurut Alfin Sibarani, Ketua Umum Lsm GPAB bahwa Ainul Rasyid ngomong, katanya belum pernah ada jual beli tanah kepada pemerintah Disdik Kabupaten Sumenep, dan minta ganti Rp 600 juta, sementara itu menurut informasi yang diterima, bahwa sudah pernah terjadi transaksi jual beli kepada orang tua Ainul Rasyid.

Ketika Ketua Umum GPAB, Elfin Sibarani menanyakan hal tersebut, Ainul enggan menjawab semua pertanyaan.

Sebenarnya sebagai Pemerhati masalah masalah sosial sesuai dengan Undang – Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Ainul Rasyid bisa menjawab dengan baik dan benar, apa yang disampaikan oleh DPP ormas GPAB tersebut.

Di sisi lain, hal mendapatkan informasi dan bukti awal di lapangan, kami anggap masih dalam koridor TUPOKSI kami dalam melakukan Investigasi dan Pemantauan, ujar Ketum GPAB, Elfin Sibarani pada Wartawan SB.

“Bila terus menerus terjadi singgungan antara pihak disdik dengan pemilik lahan sekolahan tersebut, walaupun ada informasi, bahwa tanah tersebut sdh dijual oleh orang tua Rasyid, terlepas dari sengketa ini, seharusnya pihak Disdik melaporkan hal tersebut, agar dapat dinatisipasi terjadinya gesekan yang lebih tajam, dan suasana belajar serta kondisi murid menjadi trauma” ujar Ketum ormas GPAB tersebut, kejadian segel menyegel ini sudah di lakukan sampai beberapa kali yang di lakukan oleh Ainur Rasid sebagai ahli waris.

Dan pada saat berita ini diturunkan, Rashyid sdh membuka segelnya, tetapi tumpukan batu yang menghalangi, belum juga dibuka, sehingga tetap mengganggu.

Proses ngajar mengajar ini, seharusnya didukung oleh Ainur Rashid, sebagai dan merupakan tanggung jawab moral berbangsa dengan mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa, dan jangan terlalu memaksa kehendak dengan menyegel lokasi SDN Laok Jang Jang tersebut, pihak kecamatan saat dihubungi melalui telepon selulernya, mengatakan, hal tersebut diluar kapasitas kecamatan.Tim Investigasi Suarabangsaku terus mengikuti perkembangan yang terjadi pada SDN Laok Jang Jang, yang masih bersengketa dengan yang diduga ahli waris lahan sekolah tersebut, yang bernama Ainur Rashyid.

Diharap aparat penegak hukum, cepat tanggap, kasihan para murid yang sedang belajar, sangat terganggu dengan cara cara premanisme seperti yang dilakukan oleh yang mengaku pemilik lahan sekolah SDN Laok Jang Jang tersebut.

(SB).

News Feed