by

MENCARI JEJAK NILAI-NILAI GARUDA PANCASILA. Oleh : Akhmad Kamal

-Sosial-421 views

www.sb.com

NKRI harga mati, ini adalah ikrar yang disematkan selalu kepada seluruh GENERASI ANAK BANGSA,mulai dari awal terbentuknya dasar negara berlambang garuda ini.

Ikrar itu harus serta merta menjadi pegangan pegangan bagi seluruh rakyat indonesia tanpa terkecuali.

Dalam islam”HUBBUL WATON MINAL IMAN”(cinta tanah air sebagian dari pada iman)itu mutlak”dimana kaki berpijak, disitu langit di junjung, dan lebih dari pada itu, ikrar tersebut bisa di bilang semangat, dalam kehidupan beragama dan bernegara, bagi seluruh tumpah darah indonesia, sesuai judul di atas, kapan dan dimana jejak pasal pertama dalam pancasila itu bisa sejatinya kita temui dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

KETUHANAN YANG MAHA ESA, jelas sekali agama adalah dasar dari pada kehidupan manusia yang hakiki, karena setiap agama yg di akui, datang di tengah ummat dengan membawa peradaban, dalam kehidupan manusia, sesuai dengan yang diajarkan dalam agama tersebut masing-masing, dan agama juga memberikan suatu nilai-nilai lebih terhadap kehidupan manusia, di samping itu juga agama hakekatnya, mengajarkan nilai-nilai kebaikan juga bagaimana manusia beragama/bertuhan, menghindari keburukan2 dalam menjalankan kehidupan di tengah masyarakat yang majemuk, namun demikian, dengan adanya dinamika kehidupan di negeri ini banyak yang mengabaikan ikrar yang di ajarkan tuhannya yang tertuang dalam semu kitab sucinya masing-masing. Karena pada kenyataannya banyak rakyat/ummat ini, memaknai dan memahami hubungannya dengan tuhan, ada yang terkadang menganggap manusia seperti tuhannya, ada pula yang menganggap uang, harta dam lain sebagainya.

Jika manusia mengerti arti nilai-nilai ketuhanan dengan sebenar-benarnya, mengerti arti hubungan manusia dengan Tuhannya, tentulah keadaan di negeri ini, akan aman damai, sentosa, sebab ketaatan tentang aturan yang di buat Tuhan sudah memenuhi standart hidup dan kehidupan para hambanya

 

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

Kemanusiaan dan nilai-nilai bernegara dan berbangsa haruslah berkesinambunga dengan undang-undang  yang sudah di atur dan di terapkan, nilai-nilai kemanusiaan yang berarti bagi setiap warga negara, dan dengan di imbangi rasa keadilan, se adil-adilnya, masyarakat kita tentu menuntut hak dari pada keadilan dari pemerintah (semua) hanya hakekatnya adil itu terkadang di hadiahkan bagi yang layak”? tanpa mengindahkan nilai-nilai kemanusiaa, seperti contoh koruptor akan mendapat keadilan sesuai keinginan asal mereka bisa mengkondisikan dengan keuangan yang maha esa di atas (bab 1) sebaliknya maling ayam, yang mencuri karena lapar, mendapat nilai yang sama dengan sang koruptor di atas, karena hukum adil dan kemanusian di jalankan oleh manusia itu sendiri, artinya undang2 yang adapun buatan manusia, dan bisa di rubah, dimainkan juga oleh manusia pula,itu sebagian kecil dari jejak Pancasila yang tengah lari dan di cari masyarakat kita saat ini, dimana pula nilai kemanusiaan yang adil dan beradab itu kini menghilang.

PERSATUAN INDONESIA,

Di tengah kemajemukan yang ada di negara ini, harusnya nilai persatuan itu di kedepankan, walaupun berbeda ras, agama, budaya, bahasa dll,kondisi ini akan rusak, jika nilai-nilai itu selalu di benturkan dengan dinamika politik yang ada saat, kepentingan sebagian pihak juga menjadi sumbu terjadinya perpecahan di negeri ini, lihat akhir-akhir ini terdengar DEKLARASI KEMERDEKAAN PAPUA BARAT, tidakkah negara dalam hal ini, dampak yang  apakah yang memungkinkan sehingga terjadi hal-hal yang demikian, kesenjangan sosial, sistem pilitik yang tidak menentu, atau kurangnya kepercayaan masyarakat  kepada pemerintah, terhadap berjalannya sistem pemerintah saat ini, atau kurang siapnya negara menjalankan sistem demokrasi, yang bisa di bilang seumur jagung ini,?. Namun begitu semua masyarakat Indonesia berharap Persatuan dan Kesatuan NKRI akan selalu berjalan sesuai ikrar dalam Pancasila di atas. Karena perpecahan tidak serta merta menjamin keselarasan kedua belah pihak dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara.

KERAKYATAN YANG DI PIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PEMUSYAWARATAN PERWAKILAN

Mengedapan musyawarah adalah hal pokok, dan sudah menjadi kultur bangsa kita, berdasar Pancasila dan undang-undang, era demokrasi saat, ke terwakilan masyarakat seakan terabaikan, padahal rakyat sudah menitipkan amanat yang secara totalitas hakekat kepada wakilnya di DPR/DPRD/DPR namu apa yang terjadi, berapa persenkan suara rakyat yang terwakilan dalam perkumpulan mereka, berapa banyak juga masalah kebangsaan yang belum terselasai, walaupun sudah di wakilkan kepada penerima amat tersebut, sebagai manusia mungkin hal itu sah sah saja ada kendala, sebab sistem demokrasi kita masih baru diterapkan, dan berapa banyak juga perwakilan kita di parlemen cenderung melempem, bak kerupuk di musim hujan, seakan kekuatan mereka di meja percakapan bisa di bendung dan di mentahkan oleh pihak lain, dalam hal ini pihak ketiga juga mungkin kekuasaan yang saling tarik menarik terhadap kepentingan yang sedang di rencakan, intinya musyawarah di situ cendrung mentah dan tidak berbobot, banyak faktor mungkin, kebanyakan anggota parlemen kita berangkat mewakili  konstituannya hanya bermodal keuangan yang maha esa, bukan kapasitas/kredebilitas merekan dengan segala keilmuan yang di milikinya, artinya siapapun yang berduit, bisa melangkah kemanapun tanpa memperhitungkan kapasitasnya”karena sejatinya prinsip”serahkan semua kepada ahlinya, sering di abaikan, dan yg terjadi macetnya putusan /kebijakan yang menjadi tuntutan masyarakat pada umumnya.

KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Tidak akan di bahas dalam tulisan ini karena kita menunggu, merdeka yang sesungguhnya,?????? MERDEKA MERDEKA, HIDUP NKRI, HIDUP SUARA BANGSAKU.

( Akhmad Kamal, Madura).

News Feed