by

LPSE KBB Akui Ada Kelalaian Dalam Proses Tender Depo Arsip

Ngamprah-www.suarabangsaku.com

Proses lelang tender proyek gedung depot arsip KBB yang dilakukan oleh LPSE menuai kontrofersi, karena diduga pemenang tender CV Karya Barokah diduga menggunakan alamat fiktif.

Berdasarkan data yang tercantum LPSE KBB, CV karya Barokah, beralamat di Jl. Cilampeni 11 RT 002, RW 005, Kabupaten Bandung, setelah ditelusuri alamat tersebut adalah rumah kontrakan.

Menurut ketua RT 002, RW 005, Desa Cilampeni, kabupaten Bandung, Ipin, mengatakan, “Disini tidak ada kantor CV Karya Barokah, kalau Jln Cilampeni 11, RT 002 RW 005, memang benar alamat disini, tapi bukan kantor CV Karya Barokah, tetapi rumah kontrakan pa Lili,, ujarnya.

Sedangkan menurut pimpinan LPSE /UKPBJ KBB, Ani, mengatakan, “Sebelum proses lelang dilakukan, saya sudah menugaskan anak buah saya, untuk memverifikasi dan mengecek kebenaran alamat dari perusahaan perusahaan yang mendaftar,  ini sesuai dengan prosedur yang ada.

“Tentang masalah ini, saya mengakui ada kelalaian dan saya langsung menegur anak buah saya,, tegasnya.

Ketua Komisi 3 Iwan Ridwan pada saat dihubungi melalui wa, menjawab kami menyayangkan dengan human error dari pihak LPSE apabila terjadi benar hal tersebut kami akan menindaklanjutinya dengan mengagendakan mengundang pihak LPSE untuk diminta klarifikasi atas kelalaian tersebut.

Bupati KBB H. Aa Umbara Sutisna mengatakan, “Banyak sekali temuan para pemenang tender proyek hanya meminjam bendera perusahaan, sehingga data di LPSE dengan data hasil verifikasi tidak sesuai,” ujar H. Aa Umbara Sutisna kepada wartawan seusai melaksanakan inspeksi mendadak ke salah satu proyek baru baru ini.

” Kita akan perintahkan dinas terakait untuk mengawasi secara ketat pekerjaan yang sudah terlanjur dikerjakan, kalau tidak sesuai dengan spesifikasi harus dibongkar lagi,” tegasnya.

Diketahui proyek Depot Arsip tersebut telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,4 milyar, dari Pagu Rp1, 6 Milyar.

(007/SB)

News Feed