by

Ketum GPAB: Harus Ada Sanksi Yang bisa Membuat Jera Para Koruptor

-Nasional-92 views
Bandung, SB
Cukup sulit membasmi koruptor, Mengapa ? Karena melalui dana yang diraupnya, bisa membentengi si pelaku korupsi dari jeratan hukum.
Ketua Umum Ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa (GPAB), Elfin S. BE, menilai koruptor harus diberikan hukuman yang menimbulkan efek jera, karena korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Elfin menyatakan perlu ada kreasi hukuman yang membuat efek jera, misal, dipaksa membersihkan jalan, dengan penyapu jalan, menyiram taman yang ada di tengah kota, diantar dan dijemput dengan truk milik Dinas Kebersihan, dan diberlakukan selama belum ada vonis pengadilan, dan jika ini diberlakukan, saya yakin, koruptor tidak ada yang cengengesan saat diwawancarai atau saat memasuki ruang sidang, disamping itu, dibuat mekanisme hukum untuk memiskinkan orang yang terjerat kasus rasuah tersebut. Menurut Elfin, korupsi adalah tindak pidana ekonomi yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang memiliki sokongan kapital kuat. Karenanya, ketika kekayaan itu dicabut maka kemungkinan korupsi pun akan hilang. “Saya rasa kita bikin miskin saja”.
Menurut Elfin, terdapat beberapa penyebab korupsi, :
– Adanya kesalahan sistem pemerintahan negara
Penyebab yang pertama, dan yang paling fatal adalah adanya suatu kesalah sistem dalam penyelenggaraan negara, semenjak era orde lama sampai reformasi pun, kita seolah terfokuskan oleh pengembangan ekonomi yang ada pada negara Indonesia. Lalu bagaimanakah dengan pendidikan?, karena adanya program pemerintah yang terfokuskan kepada ekonomi, edukasi seolah tidak mendapat perhatian yang seimbang. Akibatnya, pendidikan anti korupsi sulit untuk diterapkan karena tidak adanya pembelajaran sebelumnya.
– Rasa haus harta pejabat
Manusia tentunya tidak akan pernah puas akan sesuatu. Tapi alangkah baiknya sifat tersebut bisa diminimalisir, apalagi jika seseorang menjadi seorang pejabat yang seharusnya bisa dijadikan contoh bagi masyarakat di negaranya. Sayangnya, rasa haus untuk memperoleh kekayaan dengan cara yang mudah dan singkat semakin dikembangkan. Apalagi dengan lifestyle seseorang yang konsumtif, cara curang tersebut terlihat menggoda sekali.
Bangsa ini perlu memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini, langkah-langkah pencegahan yang nyata lainnya, ada satu yang paling penting, yaitu penanaman pendidikan anti korupsi yang bisa dilakukan sedini mungkin. Para orang tua harus mengedukasi diri mereka terlebih dahulu dengan segala informasi mengenai pendidikan korupsi. Setelah itu, barulah mereka memahami dan akhirnya mengajarkan kepada anak-anak mereka. Keluarga tersebut akhirnya dapat saling mengerti arti dari perilaku anti korupsi dan kelak mereka akan terjauh dari tindakan curang tersebut.
Ada juga sebuah pernyataan lama yang menarik sebagai respons atas anggapan bahwa korupsi sudahlah membudaya, yakni ”korupsi bukan budaya, sebab kalau korupsi adalah budaya, maka koruptor adalah budayawan, dan layakkah para koruptor disamakan dengan budayawan?.
Tidak !, sesungguhnya, budaya itu hasil rasa, cipta dan karsa. Budaya itu hasil dari pemikiran manusia yang bersifat positif, dan biasanya budaya tersebut diterima oleh semua masyarakat, bisa dikatakan bahwa budaya itu bagian dari kehidupan manusia. Tindakan korupsi jelas tidak diterima oleh semua masyarakat, dengan begitu korupsi tidak layak disebut sebagai sebuah budaya.
(Red)

News Feed