by

Hasil Kerjaan Proyek Sipil di Kab. Bandung Ambrol dan Amburadul

www.suarabangsaku.com

Lagi-lagi proyek sipil di Kab. Bandung mengundang tanda tanya warga. Dinding penyangga longsoran tanah di Jalan Cihonje – Batukarut, Kuburan Cina,  Lebakwangi, Kec. Arjasari, Kab. Bandung belum selesai dibangun sudah runtuh.

“Dinding yang dibangun oleh pemborong siluman ini belum selesai dibangun sudah roboh. Apa tidak pernah diawasi pembangunannya,” ujar Nandang pengguna kendaraan bermotor yang setiap hari melewati jalan tersebut kepada visi.news, Senin (4/11).

Katanya, Sabtu (02/11), dinding yang sedang dibangun oleh pemborong yang tidak jelas perusahaannya itu, tiba-tiba ambrol saat terjadi hujan. Batu-batunya sampai berserakan di jalan desa tersebut.

“Padahal hujan biasa bukan hujan deras atau banjir bandang, karena dinding sejajar yang dibangun sebelumnya tidak apa-apa,” ungkapnya seraya menyebutkan sejak hari pertama dibangun hingga ambrol tidak ada papan nama proyek tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Asep Ahmad yang mengaku hampir tiap hari lewat jalan tersebut. “Kalau dinding ini dibangun sesuai dengan bestek tidak mungkin tiba-tiba ambrol seperti ini. Nampak jelas kualitas pengerjaannya yang rendah,” ungkapnya.

Ambrolnya dinding tersebut menambah banyaknya pekerjaan sipil di Kab. Bandung yang yang pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Sebelumnya, beberapa ruas cor beton yang baru dibangun retak-retak karena diduga ketebalan corannya hanya 10 cm bahkan kurang. Padahal seharusnya mencapai 20 cm.

“Untuk pekerjaan cor beton ini saat pengerjaannya diurug batu campur tanah, hanya beberapa bagian tidak diurug, katanya untuk koring. Benar saja setelah di cor bagian atas yang akan di koring ditandai pilox,” ungkap Ahdiat warga di Komplek Bumi Rancaekek Kencana (BRK).

Tidak Sesuai Spesifikasi.

Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) Kabupaten Bandung Imam Supardi sebelumnya mengungkapkan, berapa ruas jalan hasil cor beton di Kab. Bandung retak. Terjadinya retakan jalan diduga akibat pengecoran yang tidak sesuai spek.

Hasil pemantauan di beberapa ruas jalan yang di cor lainnya mengindikasikan adanya pengecoran yang tidak sesuai spek. Baik itu ketebalan cor betonnya maupun kualitas dari pada semen cornya sendiri Sehingga daya tahan jalan tidak sesuai yang seharusnya,” ungkapnya.

Imam menyayangkan lemahnya  pengawasan yang dilakukan instansi terkait, pengawas dari PUPR, inspektorat bahkan dari BPK sendiri yang dianggap tidak kapabel.” Kalau mereka kapabel, seharusnya tidak perlu terjadi demikian masifnya pengecoran beton jalan di Kab. Bandung yang tidak sesuai spek,” katanya

(@ujang s/SB)

News Feed