by

Disdik Jabar Dorong Pelajar Jadi Wirausaha di Masa Pandemi COVID-19

Bandung, sb.com.

Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong siswa SMA/SMK mampu menjadi wirausaha dengan menciptakan produk yang berguna bagi masyarakat. Kondisi pandemi COVID-19 diharapkan tak menyurutkan minat siswa untuk belajar wirausaha.

Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan dorongan untuk bisa berwirausaha merupakan tujuan sekaligus program dari ‘Sekolah Juara’. Hal itu pun selaras dengan visi misi pemerintahan provinsi Jabar. Program ‘Sekolah Juara’ juga memiliki basis sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

“Di mana kurikulum yang kita anut saat ini itu adalah kurikulum 2013,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (15/11/2020).

Dedi menuturkan meski saat ini tengah berada dalam kondisi pandemi COVID-19, hal itu diharapkan tak mengganggu program kewirausahaan tersebut. Sebab, beberapa kurikulum disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Di masa pandemi (covid-19) itu ada kurikulum yang disederhanakan kita pun juga ada kurikulum darurat dan kita juga ada kurikulum muatan lokal Jawa Barat,” tuturnya.

Dedi menuturkan kurikulum muatan lokal Jawa Barat dipadukan dengan kurikulum darurat dimasa pandemi COVID-19 diharapkan mampu mendidik para pelajar untuk mencari peluang menjadi wirausaha dengan berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekolah. Hal itu pun bertujuan agar para pelajar tidak jenuh menghadapi sistem belajar secara daring selama pandemi COVID-19.

“Yang selanjutnya juga bagaimana pendidikannya itu bisa berkarakter, dan bagaimana juga penggabungan mata pelajaran menjadi satu mata pelajaran sehingga siswa tidak lagi disibukkan dengan kurikulum yang di masa pandemi ini sangat sukar dilakukan bagi anak-anak saat kondisi daring,” katanya.

Dengan program tersebut, sambung Dedi, para pelajar diharapkan menjadi wirausaha muda yang mampu mencetak produk-produk hasil karya dan pemikiran sendiri. Hal itu pun sebagai langkah awal bagi para pelajar sebelum terjun langsung ke masyarakat setelah menyelesaikan jenjang pendidikan.

“Dari situlah nanti akan muncul, anak-anak didik di SMA yang mampu berwirausaha, mampu secara keterampilan mencipta usaha-usaha baru dan mampu secara pengetahun dan melakukan yang dia lakukan itu sebagai konsep kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Sementara itu, SMA Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan salah satu sekolah di Jabar yang telah menerapkan program Sekolah Juara. Para siswa dan siswi di SMA Negeri 1 Cisarua dituntut untuk berperan aktif guna menciptakan usaha atas hasil kreasi dan pemikiran sendiri.

“Di sekolah kami itu tergabung di dalam ekstrakurikuler student company. Di situ mereka belajar bagaimana tentang bisnis atau lebih tepatnya mereka mengelola sebuah miniatur perusahaan, walaupun seperti mainan karena masih dalam skala kecil atau anak-anak, tapi kami buat ini betul-betul riil, hanya saja tidak skala besar,” kata Kepala SMAN 1 Cisarua Tuti Kurniawati.

Tuti menambahkan dalam program kewirausahaan tersebut pada siswa siswi diberikan materi pembelajaran dunia usaha, mulai dari membuat perencanaan hingga memproduksi sebuah produk yang memiliki nilai jual. Sepatu, salah satu produk yang diproduksi para pelajar SMAN 1 Cisarua menjadi bukti kreativitas serta gagasan yang memiliki nilai ekonomi.

Sepatu yang diproduksi oleh para anak didiknya tersebut, kata dia, menjadi produk andalan yang selama ini diproduksi. Pasalnya, untuk memproduksi sepatu, para anak didiknya menggandeng perajin sepatu di Cibaduyut Kota Bandung yang terdampak COVID-19 secara ekonomi.

“Sepatu yang berasal dari limbah kain perca ini mereka kreasikan dengan ide mereka kemudian jadilah sebuah sepatu. Kalau pemasarannya memang sudah cukup luas sih karena kebetulan dalam kesempatan ini juga banyak berbagai pihak yang support kepada SMAN 1 Cisarua untuk bisa mengendorse sepatu,” tuturnya.

( red.)

News Feed